Rabu, 26 Desember 2012

You Lost Me by David Kinnaman

[Info Buku Baru] 

Buku ini membahas tentang hasil penelitian di Amerika Serikat yang menyimpulkan mengapa para orang muda Kristen mulai meninggalkan Gereja, dan bagaimana agar mereka bisa kembali mengejar Kristus dengan sepenuh hati mereka.

Buku ini juga menjadi acuan untuk seminar  :

MISSING IN ACTION - Regaining the Lost Generation

 yang diadakan oleh Sekolah Tinggi Teologi Bandung (STTB) pada tgl 29-30 November 2012 di Kampus STTB, Bandung dengan pembicara sbb :



1. Jennifer Cuthbertson, D.Min (Coordinator for Trainer Development, Langham Preaching)
2. Pdt. Agus Gunawan, M.Th (Ketua STT Bandung)
3. Ev. Tan Giok Lie, Ed.D (Dosen Christian Education, STT Bandung)
4. Deddy Tedjakumara, M.M. (Executive Director, Prasetiya Mulya Executive Learning Institute)
5. Grace Emilia, M.Div (Dosen Spiritual Formation, STT Bandung)

Detail buku : 

Judul :

YOU LOST ME,
Mengapa Orang Kristen Muda Meninggalkan Gereja
Dan Memikirkan Ulang tentang Iman Mereka

Penulis : David Kinnaman
Penerbit : Visi Press & Sekolah Tinggi Teologi Bandung (STTB)
Cetakan : I, Nov 2012
Tebal : 264 hlm

Apakah gereja kehilangan generasi yang akan datang?
Separuh lebih dari jumlah keseluruhan remaja dan dewasa muda Kristen tidak lagi aktif di gereja. Jutaan orang Kristen muda lepas dari gereja (dropout) saat mereka memasuki masa dewasa. Mereka nyata, bukan sekadar angka statistik. Dan masing-masing mereka punya kisah sendiri.

“Saya tahu dari gereja bahwa saya tidak bisa memercayai Allah dan ilmu pe-ngetahuan secara bersamaan, jadi saya memilih untuk tidak memercayai Allah lagi.” —Mike

“Ketika saya menulis lagu yang tidak sama dengan lagu-lagu yang biasa di-nyanyikan orang Kristen, saya dikritik habis-habisan. Jadi saya harus menggunakan talenta saya untuk apa?” —Sam

“Sepertinya gereja mengajarkan seksualitas yang ketinggalan zaman.” —Dennis

David Kinnaman memfokuskan penelitiannya pada orang percaya yang masih muda dan menunjukkan faktor-faktor apa saja yang berkontribusi pada masalah dropout. You Lost Me menunjukkan mengapa orang Kristen berumur 18-29 tahun meninggalkan gereja dan memikirkan ulang tentang iman mereka.







Ditulis berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Barna Group, You Lost Me menyingkapkan bahwa komunitas Kristen gagal untuk memperlengkapi orang dewasa muda untuk hidup “dalam dunia tapi tidak berasal dari dunia”—untuk mengikuti Kristus di tengah perubahan budaya. Studi yang luas ini menyingkapkan kepada kita mitos orang muda yang keluar dari gereja dan meneliti konse-kuensi yang mungkin terjadi pada dewasa muda, dan gereja jika kita terus bertahan dalam status quo.

Perjalanan iman generasi selanjutnya adalah tantangan bagi gereja yang sudah mapan, tapi perjalanan iman itu juga bisa menjadi sumber harapan bagi komunitas iman. Kinnaman, dengan bantuan dari para kontributor dari berbagai spek-trum kekristenan menawarkan ide-ide bagi para gembala, dan dewasa muda agar mereka bisa kembali mengejar Kristus dengan sepenuh hati mereka.


Tentang Penulis

David Kinnaman adalah presiden  dan pemilik mayoritas Barna Group (Ventura, Calofornia, USA) , sebuah firma penelitian terkenal yang berfokus pada fenomena persimpangan antara iman dan budaya. David telah bergabung dengan Barna Group sejak tahun 1995. Sejak saat itu ia mendesain dan menganalisa ratusan proyek penelitian dari berbagai klien, antara lain American Bible Society, Billy Graham Evangelistic  Asociation, World Vision, Salvation Army, dll.

Kinnaman adalh co-outhor dari buku best seller unChristian: What a New Generation Really Thinks about Christianity, yang mengeskplorasi sikap pemuda usia 16-29 tahun dalam hubungannya dengan iman.

Situs resmi buku YOU LOST ME bisa dilihat di www.youlostmebook.org

@htanzil


Rabu, 28 November 2012

Pastoring With Passion by DR. David Holt




Untuk Pertama kalinya buku ini secara resmi diperkenalkan pada saat Pastor Conference ke-3, 2012 STT Amanat Agung yang mengambil tema yang sama dengan judul bukunya "Pastoring with Passion" yang diadakan STT Amanat Agung pada tanggal 29-30 Oktober 2012 yang lalu di kampus STT Amanat Agung, Jakarta.





Pdt. Andreas Himawan, D.Th. (Ketua STT Amanat Agung) memberikan sambutan dan promosi buku berjudul "Pastoring with Passion" karya Rev. David Holt, D. Min. yang telah diterjemahkan ke bahasa Indonesia.





Walaupun buku ini diberi judul yang spesifik Pastoring with Passsion yang ditujukan untuk para Pendeta/Gembala gereja namun melihat sub judul, kata pengantar, dan daftar isinya saya rasa buku ini juga sangat baik untuk dibaca oleh orang awam, terlebih bagi kita yang sedang melayani Tuhan.

Dalam kata pengantarnya Rev. David Holt mengatakan sebagai berikut

"Meskipun saya berharap setiap pendeta akan membaca buku ini, Pastoring with Passion khususnya relevan bagi kalian semua yang  menyadari gairahmu untuk Allah semakin tercekik oleh tuntutan-tuntutan pelayan, bekerja untuk sebuah kelompok parachurch, tetapi belum menemukan banyak buku yang bisa membantu, mengasihi pendeta Anda dan ingin tahu bagaimana Anda dapat mendukungnya secara efektif, sedang menyiapkan  pelayanan dan ingin memulai dengan kaki yang benar" (hlm 13-14)

Sedangkan Prof. Wayne Grudem Ph.D, seorang Profesor riset studi teologia dan biblika Phoenix Seminary, Arizona dalam kata pengantar untuk buku ini menyatakan sbb :

"Ketika Anda membaca halaman-halaman ini, saya percaya Anda akan ditantang di dalam suatu area demi area dalam kehidupanmu, sebagaimana  David menjelaskan apa yang diperlukan untuk setia kepada Allah di dalam berbagai komponen pelayanan pastoral. Buku ii berpusatkan pada Allah, Alkitab, serta doa dan iman. Berulangkali buku ini menonjolkan natur kerohanian sejati dari segala pelayanan yang bertahan lama. Buku ini dipenuhi dengan hikmat ilahi dan dengan kisah-kisah jujur tentang kesuksesan dan kegagalan  dalam berbagai situasi pelayanan" (hlm 12)

Berikut Daftar Isi dari buku ini :

Sambutan
Dedikasi
Prakata
Pendahuluan

Bab 1 : Hal Pertama Terlebih Dahulu : Gairah untuk Allah
Bab 2 : Memulai di Rumah : Gairah untuk Keluarga
Bab 3 : Tak Ada Kehormatan yang Lebih Besar : Gairah untuk Gereja
Bab 4 : Cacat Fatal dan Selimut Basah : Gairah untuk Kesucian
Bab 5 : Sebuah Jendela Terbuka dengan Kaa yang Bagus : Gairah untuk Firman dan Roh Kudus
Bab 6 : Rangkullah Kelemahan Anda : Gairah untuk Kerendahan Hati
Bab 7 : Memakai Topi yang Tepat : Gairah untuk Identitas
Bab 8 : "Maka Berfirmanlah Tuhan" : Gairah untuk Berkotbah
Bab 9 : Bukan Sebuah Pemanasan Khotbah : Gairah untuk Beribadah
Bab 10 : Mengalami Allah dalam Cara-cara yang Nyata : Gairah untuk Bangunan-Bangunan dan Kampanye-kampanye Besar.
Bab 11 : Jangan Menyerah : Gairah untuk Ketekunan dan Tetap Bertahan

Lampiran A : Teologi Identitas
Lampiran B : Kebenaran-kebenaran Mengenai Identitas Anda
Indeks Ayat Alkitab

Tentang Penulis 

Dr. David Holt memiliki berbagai gelar dari University of Georgeria (BBA), Trinity Evangelical Divinity School (MDiv, ThM), dan Trinity International University (DMN). Ia pernah melayani sebagai Pendeta Kampus di Grace Church, Edina, MN selama empat tahun, sebagai Pendeta Senior di First Evangelical Free Church, Onalaska, WI selamat tujuh belas tahun, dan baru-baru ini melayani sebagai Pendeta Pemuridan di Watkinsville First Baptist, Watkinsville Gerogeria.

Selain menggembalakan, David juga seorang konsultan Injoy Stewardship Solution (ISS). David Holt telah menikah dan dikarunai empat orang anak.


####


Rev. David Holt, D.Min. &  Ir. Johan Djuandy Th.M (penerjemah) 
saat menyampaikan materinya di Pastoor Conference  STT Amanat Agung 
yang diterjemahkan oleh Ir. Johan Djuandy, Th.M.


Suasana Pastoor Conrefence ke - 3 di kampus STT Amanat Agung, 29-30 Oktober 2012


Sumber foto :
http://www.sttaa.ac.id/news/content/pastors-conference-2012

@htanzil

Rabu, 31 Oktober 2012

[Info Buku Baru] : Not A Fan - Bukan Seorang Penggemar

Literatur Perkantas Jawa Timur baru saja merilis sebuah buku berjudul Not a Fan (Bukan Seorang Penggemar) sebuah buku tentang pertumbuhan iman dengan judul yang menarik dan cover hitam yang minimalis.

Mari kita lihat seperti apa buku ini?

Judul : Not A Fan (Bukan Seorang Penggemar)
Penulis : Kyle Idleman
Penerjemah : Selviya H Manaputty
Penerbit : Literatur Perkantas Jatim
Cetakan : I, Nov 2012
Tebal : 244 hlm




Deskripsi :

Apakah Anda seorang penggemar ataukah seorang pengikut?

 Kamus mendefiniskan kata penggemar sebagai "seorang pengagum yang bersemangat." Mereka ingin berada cukup dekat dengan Yesus untuk mendapatkan semua manfaatnya, tetapi tidak terlalu dekat juga sehingga mereka tidak harus mengorbankan apa pun. Para penggemar mungkin adalah orang-orang yang tidak pernah absen ke gereja, fasih dalam berdoa, dan selalu memberi persembahan. Tetapi apakah jenis hubungan seperti itu yang diinginkan Yesus dari Anda?

Sayangnya... Yesus tidak pernah tertarik untuk memiliki banyak pengagum berat dan bukanlah penggemar yang ia cari.

Not a Fan akan menantang Anda untuk menyadari apa arti sesungguhnya menjadi orang Kristen. Dengan berbagai pernyataan langsung dan tajam, Kyle mengundang Anda untuk melihat secara jujur bagaimana relasi Anda dengan Yesus. Panggilan-Nya untuk mengikut Dia terasa begitu radikal bagi kita, tetapi itulah yang diinginkan Yesus bagi setiap orang percaya.

Keluarkan stabilo Anda dan biarkan Kyle membawa Anda kembali ke inti daripada kekristenan. Anda mungkin tidak akan menikmati ketika ditantang untuk lebih dari sekadar membaca sebuah buku yang sangat jelas, menarik, dan menawan ini.

—Lee Strobel, penulis buku laris versi New York Times

Daftar Isi :

Bagian 1: Penggemar atau Pengikut? Sebuah Diagnosis Yang Jujur

Bab 1      Mau Dibawa ke Mana?
Bab 2      Sebuah Keputusan Atau Sebuah Komitmen?
Bab 3      Pengetahuan Tentang diri-Nya atau Keintiman Dengan-Nya?
Bab 4      Salah Satu Atau Hanya Satu-Satunya?
Bab 5      Mengikut Yesus  Atau Mengikut Aturan? 
Bab 6      Mengandalkan Diri Sendiri Atau Dipenuhi Oleh Roh Kudus?   
Bab 7      Hubungan Yang Ditegaskan

Bagian 2:  Ajakan untuk Mengikut Yesus

Bab 8      Setiap Orang Diundang — Sebuah Undangan Terbuka    
Bab 9      Mau Mengikut Aku — Sebuah Pengejaran Penuh Gairah      
Bab 10    Menyangkal Diri — Sebuah Penyerahan Total
Bab 11    Pikullah Salibmu Setiap Har i— Sebuah Kematian Tiap Hari

Bagian 3: Mengikut Yesus — Kemana pun. Kapan pun. Apa pun.

Bab 12    Kemana pun. Bagaimana Dengan Di Sana?
Bab 13    Kapan pun. Bagaimana Dengan Sekarang? 
Bab 14    Apa pun. Bagaimana Dengan Yang Itu? 

####

Tentang Penulis











Kyle Idleman adalah seorang pendeta dari Gereja Southeast Christian di Louisville, Kentucky, yang merupakan gereja terbesar kelima di Amerika Serikat. Dia juga merupakan seorang penulis dan presenter dari seri kurikulum video yang memenangi perghargaan yaitu H20: A Journey of Faith dan The Easter Experience.

####

Bagi yang ingin mencicipi sedikit lembar-lembar dari buku ini silahkan download di sini 
Resensi Not a Fan dalam bahasa Inggris bisa dibaca di sini

@htanzil



Senin, 24 September 2012

[My New Collection] Benarkah Tuhan Berbicara?

Buku ini merupakan kisah kesaksian Loren Cunningham mengenai awal terbentuknya Youth With A Mission (YWAM) yang meruapakan salah satu badan misi terbesar di dunia saat ini. Lewat buku ini kita akan melihat bagaimana ketaatan Loren Cunningham dalam mentaati dan meresponi panggilan Allah dalam untuk meberitakan injil bagi kalangan anak-anak muda.

Berikut deskripsi dari buku ini

Judul : Benarkah Tuhan Berbicara
Judul asli : Is that Really You, God
Penulis : Loren Cunningham & Janice Rogers
Penerbit : YWAM Publishing Indonesia
Cetakan : 3, 2012
Tebal : 207 hlm



Benarkah Tuhan masih berbicara dan dapat berkomunikasi dengan manusia? Buku ini membuktikan bahwa Dia masih berbicara kepada manusia hingga detik ini. Melalui buku ini Loren Cunningham membagikan kisah hidupnya dalam mentaati dan meresponi suara Tuhan. 

Berawal dari mimpi di masa mudanya yaitu berupa gelombang demi gelombang anak muda yang bergerak di setiap benua untuk mengabarkan Berita Baik dari Tuhan Yesus Kristus; hingga beberapa dekade kemudian visi tersebut telah bertumbuh menjadi gerakan orang-orang Kristen interdenominasi dari seluruh dunia yang mendedikasikan dirinya untuk menyampaikan Berita Baik kepada generasi ini. 

Bagaimana mimpi tersebut dapat menjadi kenyataan? Ia dan Darlene istrinya dipimpin Tuhan lewat banyak proses dan pembelajaran hidup yang cukup keras.  Buku ini menceritakan banyak kesaksian yang luar biasa tentang dampak dari kehidupan yang mereka alami setelah mengikuti petunjukNya untuk kemuliaan kerajaan Allah.

Sejak edisi pertama buku ini dicetak , Impian Loren Cunningham melihat gelombang kaum muda pergi ke luar memberitakan Injil terus berlanjut. Setelah melewati ulang tahun ke 40 YWAM telah mendirikan pekerjaan pelayanannya di 950 lokasi di lebih dari 160 negara. Salah satu tren yang paling menggairahkan adalah kecepatan pertumbuhan  YWAM di antara anak-anak di Dunia Ketiga. 1/3 dari 12.000 pekerja sepenuh waktu itu justru berasal dari negara-negara yang secara tradisional menerima para tenaga misi. Pelipatgandaan yang Loren dan Darlene minta kepada Tuhan sedang terjadi, dengan 7.5 persen pertumbuhan tahunan akan staf jangka panjang dalam lima tahun terakhir.

Rekomendasi :

BROTHER ANDREW - Penulis God's Smuggler : "Saya sangat menikmati buku ini. Buku ini sangat bagus dan akan menyentuh kehidupan jutaan orang."

BILLY GRAHAM - Penginjil : "Kita semua bersukacita dengan cara Tuhan memberkati organisasi ini dalam menjangkau jiwa-jiwa di seluruh dunia untuk Tuhan Yesus Kristus. Lanjutkan ke-gerakan ini. Aku selalu mendukung dan mendoakan kalian."


Tentang Penulis 

LOREN CUNNINGHAM adalah pendiri dari Youth With A Mission (YWAM) – “keluarga dari berbagai pelayanan” yang bergerak secara global, YWAM didirikan pada tahun 1960 – dan saat ini telah melayani di setiap negara. Pelayanan ini meliputi Pemberitaan Kabar Baik, Pelatihan dan Pelayanan Kasih. Jumlah pekerja “full-time” yang hampir mencapai 20.000 orang; - mereka tinggal dan melayani di lebih dari 180 negara, di 1.300 lokasi YWAM.

Loren telah berkunjung ke setiap negara yang diakui di dunia, negara perserikatan, dan lebih dari 100 teritorial serta pulau-pulau, demi pemberitaan Injil. Hal ini membuat dia memiliki wawasan yang sangat berharga dalam memahami tren global. Pengalaman perjalanan dunia ini telah mempersiapkan dia secara khusus untuk membagikan strategi-strategi Allah dalam penginjilan dunia.

****

YWAM Indonesia

Lembaga Misi Youth With A Mission (YWAM) juga terdapat di Indonesia. YWAM Indonesia berawal pada tahun 1980 pada saat Konferensi Anak Muda di Tawangmangu. Saat itu Alm. Pdt. Jeremiah Rim mengundag salah satu staf YWAM dari luar menjadi pembicara dan menantang banyak anak muda untuk menjadi bagian dari misi Allah

Settahun kemudian, pada tahun 1981 organisasi Yayasan Wahana Anak Muda (YWAM) dimulai di Indonesia, yang dipimpin oleh alm. Bpk. John Salindohe. Saat ini telah ada beberapa orang staf YWAM Indonesia pergi ke luar begeri dan melayani di berbagai negara sesuai dengan panggilan mereka.

Keterangan lengkap ttg YWAM Indonesia bisa dilihat di sini 

@htanzil





Senin, 17 September 2012

[My New Collection] Integritas - Memimpin di Bawah Pengamatan Tuhan

Judul : Integritas, Memimpin di Bawah Pengamatan Tuhan
Penulis : Jonathan Lamb
Penerjemah : Rini Moestopo
Penerbit : Literatur Perkantas
Cetakan  I, 2008
Tebal : 246 hlm


Realita yang sering kita jumpai di sekitar kita: Seorang tokoh ternama jatuh ke dalam perbuatan tidak terpuji. Kemudian, ia mencoba menutupinya sehingga orang akan menganggap dirinya tidak seperti itu... Seorang peremuan yang dihormati di masyarakat ternyata membiayai gaya hidupnya yang berkelas dengan uang yang bukan miliknya. 

Integritas memang penting. Kita mengharapkannya, mungkin secara naif, dari semua pemimpin dalam semua segi kehidupan. Kita memercayai orang yang berkata-kata, berkarakter, dan bertindak secara konsisten. Akan tetapi, mengapa integritas amat jarang kita temukan? Mengapa tingkah laku kita tidak sesuai dengan kata-kata kita? 

Contoh yang paling relevan dan meyakinkan tentang integritas dalam Alkitab adalah dari kehidupan rasul Paulus. Dalam surat 2 Korintus semangat dan kefrustasiannya begitu jelas saat ia memberikan kepada kita pemahaman yang sangat luar biasa akan kesukacitaan dan tekanan-tekanan dari kepemimpinan Kristen. Apa yang dicontohkannya sama-sama melawan budaya yang berkembang dalam masyarakat, baik di masa kini maupun di abad pertama: ia memimpin di bawah pengamatan Tuhan. Ada banyak pelajaran, bukan saja bagi pemimpin-pemimpin Kristen formal yang sudah dikenal, tetapi juga bagi semua orang Kristen. 

Jonathan Lamb, sang penulis, mengupas beberapa pasal dan mengaitkannya dengan contoh-contoh yang diambil dari kehidupan sehari-hari. Entah itu menanggapi kecaman, menjalankan otoritas, mengatasi kegagalan, menggunakan uang atau berjuang mengatasi kelemahan pribadi, buku ini merupakan ajakan untuk hidup secara konsisten berdasarkan prinsip-prinsip Alkitab. Dengan cara inilah kehidupan kita akan secara nyata berbicara kepada dunia yang skeptis ini. 

“Sebuah tantangan yang sangat mengena.” 
– John Stott, Rektor Emeritus of All Souls Church, Langham Place, London 

“Menggugah... Hasil tulisannya ini merupakan materi teologi terapan yang paling mudah dimengerti, tetapi sekaligus menuntut standar yang paling tinggi.” 
– Jonathan Aitken, penulis, penyiar dan mantan Menteri Kabinet Inggris 

“Berani dan menyeluruh.” 
– Paul Valler, mantan Direktur Keuangan dan Operasi, Hewlett-Packard Ltd

Tentang Penulis :


Jonathan Lamb telah memegang posisi kepemimpinan di Universitas and Colleges Christian Fellowship dan di International Fellowship of Evangelical Studies, serta dalam pelayanan gereja. Sekarang sebagai staf Langham Partnership International, ia melakukan banyak perjalanan pelayanan ke berbagai penjuru, untuk meningkatkan motivasi dan ketrampilan para pendeta dan guru-guru. Ia juga sudah menulis beberapa buku. 




Daftar Isi :

A. Kepemimpinan dan Integritas
    1. Mengapa Integritas itu Penting
    2. Wujud Integritas

B. Kepemimpinan dan Panggilan
    3. Akuntabilitas yang Sejati
    4. Melayani Orang Lain
    5. Prioritas-priorotas Injil

C. Kepemimpinan dan Komunitas
    6. Menggunakan Otorita
    7. Membangun Komunitas
    8. Menangani Kegagalan
    9. Menangani Keuangan

D. Kepemimpinan dan Tangan-tantangannya
    10. Kelemahan dan Kekuasaan
    11. Status dan Ambisi yang Sejati
    12. Keangkuhan dan Panggilan untuk Merendahkan Diri

E. Integritas sebagai Cara Hidup
    13. Menjalani Hidup dengan Rasa Puas
    14. Hidup Secara Konsisten
    15. Menjalani Kehidupan Secara Autentik

Renungan akhir
Bacaan-Bacaan Lanjutan
Catatan


Jonathan Lamb saat memberikan ceramah dalam seminar "Integritas, Memimpin di Bawah Pengamatan Tuhan", yang diselenggarakan Perkantas Jawa Timur di Universitas PETRA,Surabaya, 30 Januari 2010.


@htanzil

Selasa, 28 Agustus 2012

[My New Collection] Dapatkah Aku Dipakai Allah?



Judul : Dapatkah Aku Dipakai Allah - Di Tangan Allah Orang Biasa Menjadi Luar Biasa
Penulis : James Montgomery Boice
Penerjemah : Gerrit J. Tiendas
Penerbit : Yayasan Kalam Hidup
Cetakan : V, 1999
Tebal : 144 hlm

Dilihat dari tampilan covernya kita sudah menduga bahwa ini bukanlah buku baru, ya buku ini buku lama yang ditulis oleh seorang teolog terkenal James Montgomery Boice, edisi aslinya yang berjudul Ordinary Men Called by God terbit pada tahun 1982. Sedangkan edisi terjemahan yang saya punya merupakan cetakan ke-5 yang terbit pada tahun 1999.

Buku ini sepertinya sudah sulit diperoleh di toko-toko buku rohani, saya sendiri memperolehnya karena membeli via YLSA (Yayasan Lembaga Sabda) yang saat ini sedang mendiskusikan isi buku ini bab per bab di Klub e-Buku SABDA (sebuah klub yang ditujukan bagi orang-orang Kristen yang senang membaca buku-buku Kristen untuk saling berbagi berkat serta berdiskusi tentang isi buku-buku tersebut dengan tujuan untuk mempelajari pengertian iman Kristen dengan lebih dalam)

Buku ini membahas tiga tokoh besar dalam Alkitab yaitu Abraham, Musa, dan Daud yang dipakai oleh Allah secara luar biasa untuk mewujudkan rencana-Nya. Yang menarik adalah dalam buku ini diperlihatkan bahwa ketiga tokoh besar itu pada mulanya adalah irang biasa, sama seperti kita. Mempunyai kelemahan, kekurangan, dan kadang-kadang terjatuh!

Apa rahasianya sehingga mereka menjadi tokoh-tokoh yang istimewa? Jawabannya ada dalam buku ini sekaligus menjawab apa yang menjadi judul buku ini "Dapatkah Aku Dipakai Allah?"

Daftar isi :

Pendahuluan

Bagian Pertama : Abraham - Nenek Moyang yang Terbesar
1. Dengan Dialah Allah Memulainya
2. Sebuah Perisai bagi Anda
3. Janji-Janji untuk Kehidupan Ini
4. Langkah-Langkah Iman

Bagian Kedua : Musa - Pemimpin yang Terbesar
5. Rencana Anda atau Rencana Allah
6. Peperangan Melawan Berhala
7. Kematian Anak Domba
8. Awan di Padang Gurun
9. Saat Musa yang Terindah

Bagian Ketiga : Daud - Raja yang Terbesar
10. Memilih Seorang Raja
11. Apabila Allah berkata Tidak
12. Apabila Orang Percaya Berbuat Dosa
13. Daud dan Tuhannya.

@htanzil

Selasa, 14 Agustus 2012

[My New Collection] Bertumbuh dalam Kristus

Buku ini merupakan buku permuridan melalui waktu teduh. Jadi buku ini bisa digunakan sebagai bahan waktu teduh pribadi untuk kemudian didiskusikan dalam kelompok PA.  Isi buku ini merupakan pengambengan dari 10 materi KAMBIUN (Komunitas Pertumbuhan Iman Untuk Menjadi Murid Kristus ). Berikut deskripsi mengenai buku ini :

Judul : Bertumbuh dalam Kristus, Pemuridan Melalui Waktu Teduh
Penulis : Ajeng Chrissaningrum dan tim Kambium Yayasan Gloria
Penerbit : Yayasan Gloria
Cetakan : Juni 2012
Tebal : 179 hlm

"Tuhan menerima kita apa adanya, tetapi Dia tidak akan membiarkan kita seadanya. Tuhan akan mengubah kita menjadi makin seperti Kristus"
(Max Lucado, Just Like Jesus)

Oleh kasih karunia Tuhan kita dilahirkan kembali dan diangkat menjadi anak-Nya. Dalam kasih karunia-Nya juga Tuhan memiliki rencana yang luar biasa untuk membawa setiap anak-Nya bertumbuh makin serupa dengan Kristus, yang adalah gambar Allah sendiri. Dan Allah Roh Kudus memakai segala sesuatu untuk melaksanakan

Pelajaran-pelajaran dalam buku ini dirancang secara unik untuk menolong kita memahami prinsip-prinsip pertumbuhan dalam segala hal kepada Kristus sehingga kita dapat bekerja sama dengan Roh Kudus yang memberi, meningkatkan, dan menjaga pertumbuhan kita. Pelajaran-pelajaran ini disusun tidak hanya untuk memberikan pengetahuan tetapi juga langkah-langkah praktis untuk melakukannya, sehingga dapat terus diperjuangkan seumur hidup kita.

Pelajaran-pelajaran dalam buku ini meliputi :

PERTUMBUHAN :
- Arah Pertumbuhan
- Sarana Pertumbuhan
- Hambatan Pertumbuhan

PENATALAYANAN :
- Penatalayanan yang Setia dan Bertanggung jawab
- Penatalayanan atas Waktu
- Penatalayanan atas Harta

DINAMIKA PERTUMBUHAN
- Bertumbuh melalui Pengambilan Keputusan
- Bertumbuh melalui Pencobaan
- Bertumbuh melalui Penderitaan

PELIPATGANDAAN ROHANI










@htanzil



Senin, 06 Agustus 2012

[My New Collection] Lepas dari Belenggu

Buku ini adalah buku berlangganan dari Komunitas Katalis dengan judul

Lepas dari Belenggu, Kaum Muslim dan Kaum Nasrani dalam Perjalanan Menuju Kebebasan.

Penulis : Dr. Nabeel T. Jabbour
Prakata : Jim Pettersen & Dr. Fatima Al Makky
Penerbit : Satu Satu
Cetakan : II, 2012
Tebal :  387 hlm (3 jilid )

Buku ini merupakan terjemahan dari Unshackeld and Growing karya Dr. Nabeel Jabbour. Dalam edisi terjemahannya ini buku ini dikemas dalam box set yang terdiri dari 3 jilid buku sehingga tampak menarik untuk dikoleksi.

Berikut deskripisi dari buku ini 

Trilogi buku Nabeel ditulis bagi yang tertarik untuk mengetahui yang sebenar-benarnya tentang Isa, menyajikan jawaban-jawaban sejujurnya tentang Isa serta pesanNya dengan cara yang sesuai dengan budaya masa kini.

- “Lepas Dari Belenggu” menguji signifikansi masa Isa di bumi serta transaksi akbar yang dibuatNya saat Ia berada di sini.
- “Bertunas dan Bernas” berisi hal-hal penting untuk terus berjalan maju bersama Allah.
- “Penuntun Praktis Bertunas dan Bernas” adalah petunjuk untuk membangun kebiasaan-kebiasaan yang saleh, bukan hanya sebagai suatu kewajiban, melainkan karena kasih kepada Allah.

“Para pembaca muslim yang ingin tahu lebih jauh tentang Isa Al-Masih jarang merasa nyaman dengan buku-buku Kristiani yang menulis tentang topik tersebut. Lepas Dari Belenggu bukan hanya menyajikan perihal kehidupan dan pesan Isa Al-Masih, tetapi dengan pengertian yang dalam berbicara pada identitas Muslim. Saya sangat merekomendasikan buku ini kepada pembaca Muslim yang ingin mengenal jalan kebenaran Isa dan kepada setiap orang Nasrani yang bermaksud memperkenalkan Isa yang dipercayainya kepada sahabat-sahabatnya yang Muslim.” – Dr. Norddine Al Arabi, Profesor dan penulis

Dr. Nabeel Jabbour lahir di Siria dan dibesarkan di Lebanon. Bersama keluarganya ia tinggal selama 15 tahun di Mesir, sebelum pindah ke Colorado Springs. Dengan gelar doktor dalam islamologi, Dr. Jabbour mengajar sebagai profesor serta dosen tamu di seminari-seminari serta gereja-gereja di seluruh dunia mengenai perbandingan agama-agama.

Buku Pertama : Lepas dari Belenggu
Tebal : 176 hlm

Buku ini dimaksudkan bagi siapapun, termasuk pembaca Muslim, yang berminat mengetahui hal yang sebenar-benarnya tentang Isa. Bentuk pembahasannya lebih berupa dialog, dilengkapi dengan bahan diskusi di akhir setiap pasal, yang baik dibahas di antara beberapa orang, baik pembaca Nasrani maupun Muslim. Buku ini sangat baik untuk digunakan sebagai bahan pembicaraan mengenai Isa.

Pasal 1 : Membuka Pembungkus-Pembungkus Injil
Pasal 2 : Keesaan Allah dan Kunjungan ke Planet Kita
Pasal 3 : Bukti Tentang Isa
Pasal 4 : Mentalitas Tangga
Pasal 5 : Standar Kelulusan
Pasal 6 : Ada Apa di Balik Hukum
Pasal 7 : Mega Transaksi : Apa yang Isa Berikan
Pasal 8  Transaksi Lunas : Apa yang Isa Terima
Pasal 9 : Suatu Awal yang Baru
Pasal 10 : Membuat Koneksi dengan Allah
Pasal 11 : Kesatuan dalam Kebragaman
Pasal 12 : Menjadi Seorang Anak Allah
Lampiran : Kotbah di Bukit

Buku Kedua : Bertunas dan Bernas
Tebal : 119 hlm

Merupakan bacaan bagi siapa pun yang belum lama memercayakan dirinya untuk mengikuti Isa Al-Masih. Buku ini dipakai untuk peneguhan dasar-dasar kepercayaan seseorang kepada Isa. Dapat pula dipergunakan serempak dengan buku ke 3.

Pasal 1 : Dua Tuan Tanah
Pasal 2 : Ditempatkan secara Strategis
Pasal 3 : Keluarga Allah
Pasal 4 : Pokok-Pokok Penting yang Mutlak
Pasal 5 : Makanan dan Istirahat Rohani
Pasal 6 : Perlindungan dari Infeksi Rohani
Pasal 7 : Perawatan Infeksi Rohani
Pasal 8 : Latihan dan Pemeliharaan Orang Tua
Pasal 9 : Tiga Komitmen
Pasal 10 : Gambaran Besar

Buku Ketiga : Petunjuk untuk Bertumbuh dalam Al-Masih
Tebal : 92 hlm

Merupakan petunjuk praktis bagi siapa pun yang baru saja mengikuti Isa, guna membangun kedekatan dengan Allah. Buku ini dipakai untuk membangun disiplin hidup yang mengejar keserupaan dengan Isa Al-Masih.

Lampiran 1 : Ayat-Ayat Hafalan
Lampiran 2 : Suatu Rencana Pemahaman Kitab Suci yang ?Lebih Mendalam
Lampiran 3 : Catatan Mengenai Pokok-Pokok Penting dari Pembacaan Kitab Suci
Lampiran 4 : Rencana Pemabcaan Kitab Suci Secara Kronologis
Lampiran 5 : Daftar Hal yang Dipercayai.

@htanzil

Selasa, 26 Juni 2012

[My New Collection] Kekristenan Tanpa Kristus



Judul : Kekristenan Tanpa Kristus
Penulis : Michael Horton
Kata Pengantar : William H. Willimton
Penerjemah : Grace Purnamasari
Penerbit : Momentum
Cetakan : I, 2012
Tebal : 307 hlm

Mungkinkah kita telah meninggalkan Kristus dari Kekristenan? Apakah kita telah membiarkan gereja ditawan oleh budaya yang mendominasi? Ini adalah pertanyaan-pertanyaan provokatif yang diajukan Michael Horton dalam buku yang penuh wawasan ini. Analisisnya seharusnya membuat kita berhenti sejenak untuk mempertimbangkan keadaan terkini dari Kekristenan - bahkan Kekristenan Injili - di Amerika [dan juga di Indonesia].

Horton berpendapat bahwa meskipun kita menyerukan nama Kristus, seringkali Kristus dan Injil yang berpusatkan pada Kristus dipinggirkan. Hasilnya adalah pesan dam iman yang "sepele, sentimental, menyetujui (mengafirmasi), dan tidak relevan. "Injil" alternatif ini berisi pesan moralisme, kenyamanan diri, penolong diri, pengembangan diri, dan agama individualistik. "Injil" ini meremehkan Allah, menjadikan Dia hanya sebagai sarana dari tujuan kita yang egoistis. Horton dengan mahir mendiagnosis masalahnya dan menunjukkan solusinya: kembali kepada Injil Keselamatan yang murni dan tidak bercela.

Buku ini wajib dibaca oleh setiap orang yang peduli terhadap keadaan dan masa depan dari Kekristenan dan gereja.

Daftar Isi :

Kata Pengantar : Membebaskan Gereja yang Tertawan 
Ucapan Terima Kasih
1. Kekristenan Tanpa Kristus : Perlawanan Amerika Terhadap Gereja
2. Menamai Penawanan Kita : Deisme Terapeutik yang Moralistik
3. Ucapan yang Muluk-Muluk dan Kekristenan Tanpa Kristus
4. Bagaimana Kita Mengubah Kabar Baik menjadi Nasihat Baik
5. Yesus Milik Pribadimu
6. Menyampaikan Kristus : Beritanya dan Mediumnya
7. Panggilan untuk Melawan
Catatan




Michael Horton (PhD, University of Coventry dan Wycliff Hall, Oxford) adalah Profesor Theologi Sestematik dan Apologetik J. Gresham Machen di Westminster Seminary, California. Beliau pemandu acara radio The White Horse Inn dan editor kepala dari majalah Modern Reformation. Horton adalah penulis/editor lebih dari lima belas buku, antara lain Putting Amazing Back into Grace, Too Good to be True, Introducing Covenant Theology, dan A Better Way.





Buku ini bisa diperoleh di Momentum Christian Literature

Dan ini resensi bukunya yg saya comot dari milis BIBLE_Alone@yahoogroups.com


Di dalam bab-bab awal bukunya, Prof. Michael S. Horton, Ph.D. menjelaskan tentang gejala Kekristenan tanpa Kristus yang sedang menawan Kekristenan Amerika dengan menggeser Kristus dan Injil-Nya, lalu menggantinya dengan khotbah-khotbah yang menekankan perubahan moral dan pengajaran hal-hal praktis (seperti pernikahan, dll). 

Dr. Horton menyebutnya sebagai: “Deisme Terapeutik yang Moralistik”. Gejala ini ditandai dengan ucapan yang muluk-muluk nan indah yang menekankan kehebatan diri sendiri dan menyingkirkan Kristus dari takhta-Nya sebagai Raja dan Tuhan. Akibatnya, jangan heran, Injil yang berarti Kabar Baik (berbicara tentang apa yang sudah Allah kerjakan di dalam Kristus) diganti menjadi Nasihat Baik (berbicara tentang apa yang harus orang Kristen kerjakan). 

Nasihat Baik ini nantinya mengarahkan banyak orang Kristen Amerika kepada sosok Yesus yang bukan lagi unik dan final menurut Alkitab, tetapi Yesus yang milik pribadi masing-masing, sehingga siapa pun bisa mengikut Yesus tanpa menjadi seorang Kristen. Jangan heran, melalui Nasihat Baik ini, banyak theolog dan pendeta tidak lagi menyampaikan Kristus dengan berita dan cara yang tepat, tetapi dengan berita dan cara yang berpusat pada manusia. 

Bagaimana kita menghadapi situasi kelam ini? Di bab 7, Dr. Horton memanggil kita untuk melawan gejala ini di dalam Kekristenan dengan kembali memberitakan Kristus yang disalib dan bangkit sesuai dengan apa yang Injil beritakan, lalu mengaplikasikannya dalam kehidupan Kristen sehari-hari dengan tetap berfokus kepada Kristus yang Injil beritakan. Biarlah buku ini dapat menyadarkan kita betapa pentingnya Kristus yang tersalib dan bangkit di dalam Kekristenan, sehingga menghilangkan Kristus dari Kekristenan berarti mematikan Kekristenan itu sendiri.

Resensi oleh : Deny Teguh Sutandio


@htanzil

Senin, 18 Juni 2012

[My Wishlist] : Menerapkan Alkitab di Sepanjang Zaman



Judul : Menerapkan Alkitab di Sepanjang Zaman
Penulis : Jack Kuhatschek
Penerjemah :  Rini Moestopo
Penerbit : Literatur Perkantas,
Cetakan : I, 2012
Tebal : 213 hlm

Buku ini hadir untuk mengisi kekosongan tentang bagaimana menerapkan Alkitab secara praktis, terutama penerapannya yang relevan bagi dunia keseharian orang awam yang hidup di jaman sekarang ini.

Prinsip-prinsip dan metode-metode yang dibagikannya akan memandu kita menerapkan ayat-ayat Alkitab secara bertanggung-jawab dan kontekstual, bahkan ketika kita menjumpai perintah-perintah, teladan-teladan dan janji-janji

Alkitab yang tampaknya usang atau tidak relevan dengan kebutuhan kita saat ini. Hasilnya, sebuah penerapan yang sangat Alkitabiah sekaligus sangat membumi.

Daftar Isi

PENDAHULUAN: Sisi Lain dari Pemahaman Alkitab

BAGIAN I: PRINSIP-PRINSIP PENERAPAN
1.       Tujuan Penerapan
2.       Belajar Menerapkan Firman Allah
3.       Langkah Pertama: Memahami  Situasi Sebenarnya
4.       Langkah Kedua: Menemukan Prinsip Umum
5.       Langkah Ketiga: Menerapkan Prinsip Umum Pada Masa kini
6.       Pentingnya Merenungkan

BAGIAN 2:  JENIS-JENIS PENERAPAN YANG KHUSUS
1.       Menerapkan Perintah-perintah dalam Alkitab
2.       Menerapkan Contoh-contoh dalam Alkitab
3.       Menerapkan Janji-janji dalam Alkitab
4.       Batas-batas Penerapan

KATA PENUTUP: Kisah yang Tak Pernah Berakhir
CATATAN 

Dalam blognya, Literatur Perkantas memberi 3 alasan mengapa kita perlu membaca buku ini, yaitu :

Alasan I:  Strategis. Buku ini mendukung gerakan menggali Alkitab/keunikan pelayanan yang bersumber pada Alkitab. Selain itu, buku ini juga dapat digunakan sebagai bahan bacaan utama Pemahaman Alkitab (seperti; MHB Bab 4, Pembinaan Dasar Bab 5, dll).

Alasan II: Sederhana dan Aplikatif.  Buku ini membagi jenis tulisan dalam 3 kategori; Perintah, Contoh/Teladan dan Janji.  Berbeda dengan buku  hermeneutik/metode PA lainnya, yang  menjelaskan cara-cara  PA berdasar genre tulisan; Puisi, Narasi, Surat, dll. Buku ini juga menekankan aspek aplikasi sehingga prinsip-prinsip kebenaran dapat diterapkan dengan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Berbeda halnya dengan buku-buku sejenis yang menonjolkan sisi observasi dan interpretasi (tetapi kurang dari segi aplikasi ).

Alasan III: Bertanggung-jawab secara Alkitabiah.  Meski praktis, tanggung jawab akademis dari prinsip-prinsip menerapkan Alkitab dalam buku ini tetap dijaga. Penulis mengajak pembaca untuk bersikap hati-hati saat menentukan aplikasi, sama seperti saat menafsir. Prinsip; history, harmony dan simplicity tetap dijunjung.

Sedangkan Denny Teguh Sutandio, teolog awam yang juga penulis buku rohani, menulis resensinya atas buku ini di note Facebooknya sbb :

Banyak buku memahami Alkitab selalu berkutat dengan prinsip-prinsip penafsiran Alkitab dengan sedikit pembahasan tentang menerapkan Alkitab. Oleh karena itu, adalah penting sekali kita dapat menerapkan Alkitab di zaman sekarang melalui prinsip-prinsip dan aplikasi menerapkan Alkitab. 
Demi memenuhi tujuan itu, Jack Kuhatschek, Th.M. memaparkan pentingnya menerapkan Alkitab dengan prinsip-prinsip penafsiran Alkitab yang bertanggung jawab. 

Di bagian pertama buku ini, beliau menguraikan prinsip-prinsip penerapan Alkitab yang dimulai dari tujuan penerapan Alkitab, belajar menerapkan Alkitab, tiga langkah menerapkan Alkitab mulai dari mempelajari konteks/situasi sebenarnya hingga menerapkan prinsip umum Alkitab pada masa kini, dan terakhirnya pentingnya kita menerapkan Alkitab melalui merenungkan Alkitab. 


Prinsip-prinsip ini nantinya mengarahkan kita untuk mengaplikasikannya di dalam 3 bagian Alkitab yaitu: bagaimana cara kita menerapkan perintah-perintah, kehidupan tokoh-tokoh, dan janji-janji dalam Alkitab. Biarlah buku sederhana namun jelas ini dapat menolong kita untuk mengerti Alkitab secara tuntas dan menerapkannya bagi orang Kristen di zaman ini.


 Jack Kuhatschek, M.C.S., Th.M. adalah wakil presiden dan penerbit dari Baker Publishing Group, Grand Rapids, Michigan. Beliau menyelesaikan studi Master of Christian Studies (M.C.S.) di Regent College, Canada dan Master of Theology (Th.M.) di Dallas Theological Seminary, U.S.A. Beliau menulis banyak buku pemahaman Alkitab dan juga buku Superman Syndrome.



@htanzil

Selasa, 12 Juni 2012

[Review] Mengenal Situs-Situs Alkitab

[Review]
No. 5
Judul : Mengenal Situs-Situs Alkitab
Penulis : Pdt. Daud H. Soesilo, Ph.D
Penerbit : Lembaga Alkitab Indonesia (LAI)
Cetakan : I, 2009
Tebal : 116 hlm, hardcover


Buku ini berisi ratusan foto-foto dan keterangan mengenai situs-situs yang terdapat dalam  Alkitab. Semua foto-foto dan narasi dalam buku ini dikumpulkan dan ditulis oleh Daud Soesilo, seorang Konsultan Penerjemahan Alkitab. Salah satu tugas seorang konsultan penerjemah Alkitab adalah mengadakan perjalanan untuk penelitian bahasa termasuk kunjungan ke tempat-tempat yang ada di Alkitab antara lain Israel dan Palestina.  Dari kunjungannya inilah akhirnya penulis menyusun buku tentang tempat-tempat yang sering disebut-sebut dalam Alkitab.

Di bagian awal, buku ini menyajikan beberapa halaman Pendahuluan yang padat, ringkas, dan informatif mengenai latar belakang Israel dalam Alkitab mulai dari munculnya kata Israel untuk pertama kalinya dalam kitab Kejaidan 32:38 sebagai nama lain bagi Yakub yang bergumul dengan Allah dan menang dan keturunannya menjadi sebuah bangsa hingga  Kerajaan Romawi masuk Israel dan merebut Yerusalem untuk dijadikan  daerah penyangga kekuasaan Romawi  dan menempatkan Herodes Agung sebagai wali negeri Yudea.

Selanjutnya buku ini menghantar pembacanya untuk melihat dan membaca keberadaan situs-situs yang terdapat dalam Alkitab yang hingga kini masih ada. Sistematika buku ini tidak dibuat menurut urutan kronologis kehidupan Tuhan Yesus tetapi lebih pada pembagian Geografis : Wilayah Utara (di sekitar Danau Galilea), Tengah ( di sekitar Yerusalem),  dan Selatan ( di sekitar Laut Mati). Selain situs-situs yang masih ada, di bab terakhir juga dipaparkan foto dan informasi tentang sejumlah tanaman Alkitab yang dapat ditemui di sekitar situs-situs tersebut.

Sebagaimana kita ketahui  Yerusalem dan sekitarnya kini bukan hanya menjadi tempat suci Agama Kristen saja, melainkan ada 2, bahkan 3 agama sekaligus  yang menjadikan tempat-tempat tersebut sebagai tempat suci agamanya masing-masing. Karenanya sebagai penambah informasi, penulis memberikan  simbol-simbol agama di setiap tempat yang dibahas guna menerangkan suatu situs atau lokasi tersebut terkait dengan agama saja.

Sebagai pelengkap, di bagian akhir buku, penulis melampirkan sejumlah saran dan tips bagi pembaca yang berencana melakukan wisata rohani ke Tanah Alkitab. Buku ini juga menyertakan sejumlah peta, dan indeks sehingga bisa dikatakan buku ini bisa menjadi buku panduan untuk mereka yang sedang berwisata rohani sehingga memudahkan mereka mencari informasi tentang tempat yang hendak dikunjungi.

Tampilan visual foto-foto yang menarik,  informasi  melalui narasi  ringkas serta rujukan ayat-ayat alkitab yang ditujukan untuk pembaca awam membuat  buku ini menjadi sangat informatif dan memiliki tingkat keterbacaan yang tinggi dengan rentang usia yang luas mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Buku ini juga dapat menjadi salah satu pintu masuk bagi mereka yang ingin mengenal dunia Alkitab karena buku ini bercerita tentang jejak yang ditinggalkan Tuhan Yesus di dunia ini serta situs-situs Alkitab di Israel.

@htanzil

Kamis, 07 Juni 2012

GOD’S SMUGGLER – Brother Andrew

[My Wishlist] 

GOD’S SMUGGLER – Brother Andrew
John Sherill & Eizabeth Sherril
Penerbit : Yayasan Andi, 2012
(cetak ulang)



Buku ini menceritakan perjalanan misi Brother Andrew (Pendiri Open Doors) dalam melakukan misiNya. Misi Tuhan yang dipercayakan kepadanya untuk melayani umat Kristen yang hidup dibalik tirai besi (Negara-negara Komunis). Umat Kristen yang mengalami aniaya karena iman mereka.Dalam perjalanannya, Brother Andrew bertemu  mereka, menguatkan mereka, mendoakan mereka, menyelundupkan Alkitab untuk mereka. Penyelundupan Alkitab yang mengharuskan Brother Andrew mengalami pengalaman yang menegangkan setiap bertemu dengan penjaga perbatasan. Perjalanan pelayanan Brother Andrew selama 35 tahun yang dituangkan dalam buku ini telah banyak menginspirasi umatNya untuk melangkahkan kaki dengan iman. Bagaimana Tuhan memeliharanya? Bagaimana Tuhan menggenapi janjiNya? Bagaimana Tuhan bertanggung jawab atas hidup, keluarga dan pelayanan Brother Andrew?


DAFTAR ISI  :
 
Prolog: Penyelundup di Ruang Keluarga Kita
1. Asap dan Kerak-kerak Roti
2. Topi Jerami Kuning
3. Kerikil dalam Tempurung Kelapa
4. Malam yang Berbadai
5. Langkah Ya
6. Permaman Ala Kerajaan
7. Di Balik Tirai Besi
8. Cawan Penderitaan
9. Fondasi Diletakkan
10. Pelita di Tengah Kegelapan
11. Doa Ketiga
12. Gereja Palsu
13. Ke Pinggir Lingkaran Dalam
14. Abraham Pembunuh Raksasa
15. Rumah Kaca di Kebun
16. Pekerjaan itu Mulai Berkembang
17. Rusia dalam Pandangan Pertama
18. Untuk Rusia dengan Kasih
19. Alkitab untuk Pendeta-pendeta di Rusia
20. Naga yang Bangkit
21. Dua Belas Rasul Pembawa Pengharapan
Epilog: Perjalanan Menuju Milenium Baru


Brother Andrews 

Andi van der Bijl atau lebih dikenal dengan Brother Andrew, lahir pada Mei 1928, dengan keadaan ayahnya yang tuli dan ibunya yang cacat. Bersama orang tua dan kelima saudaranya, mereka hidup di rumah kecil di desa White, Belanda. Pada usia 18 tahun Brother Andrew masuk menjadi anggota militer. Setelah 2 tahun bertugas di ketentaraan, pergelangan kakinya tertembak dalam suatu pertempuran. Cedera serius di kakinya menyebabkan ia harus dirawat di rumah sakit. Selama di rumah sakit, ia kerap dikunjungi oleh para pemberita Injil, yang mengabarkan tentang cinta kasih Kristus.

Di rumah sakit inilah Brother Andrew kemudian mengenal Firman Tuhan. Setelah diizinkan pulang, ia keluar rumah sakit sebagai orang yang cacat, Brother Andrew merasa hidupnya hampa. Beberapa waktu kemudian ia menyadari yang dibutuhkannya Selama ini adalah Kristus. Kesadaran ini kemudian membawanya untuk menghadiri ibadah demi ibadah dan ia mulai tekun membaca Firman Tuhan. Suatu malam ia berdoa: "Tuhan jika Engkau menunjukkan jalanMu, aku akan mengikutMu. Amin"

Suatu hari Brother Andrew mengikuti sebuah KKR yang diadakan oleh Arne Donker, dari Belanda. Ternyata dalam KKR ini, Andrrew mendapat panggilan yang sangat mulia dari Tuhan. Yaitu menjadi misionaris bagi gereja dan orang-orang yang teraniaya. Pada tahun 1955, Brother Anderw mengawali pelayanannya yang diberi nama Open Doors Mission. Brother Andrew memulai pelayanannya dengan membawa 1 koper berisi Alkitab yang diselundupkan ke Eropa Timur, yaitu ke negara komunis Yugoslavia.

Ketika sampai di perbatasan , ia berdoa, "Tuhan butakan mata mereka yang memeriksa" Tuhan memang benar-benar menutup mata penjaga perbatasan sehingga semua Alkitab dan traktat lewat begitu saja tanpa ditahan. Dengan pertolongan dan hikmat Tuhan Brother Andrew berhasil melakukan pelayanan misi pertamanya. Sejak itulah Brother Andrew tak pernah berhenti mengunjungi Negara-negara "tirai besi" untuk mebagikan Alkitab, menebar kasih Kristus dan membesarkan hati orang-orang percaya yang teraniaya. Hingga saat ini Open Doors Mission telah menjadi suatu pelayanan misi yang sangat besar dengan menjangkau 60 negara di dunia ini. (sumber : http://gkigadingserpong.org )

@htanzil

Selasa, 05 Juni 2012

THINK, The Life of the Mind and the Love of God

[My New Collection]

Judul Asli : THINK, The Life of the Mind and the Love of God
Judul Terjemahan : PIKIRKAN, Eksistensi akal Budi dan Kasih Akan Allah
Penulis : John Piper
Penerjemah : The Boen Giok
Penerbit : Pionir Jaya
Cetakan : I, Mei 2012
Tebal : 248 hlm

Kita sering mengangap pikiran dan perasaan adalah dua eksterm yang berbeda, terutama ketika keduanya dikaitkan dengan pengalaman kekristenan. Tapi memuliakan Allah dengan pikiran dan hati kita, bukanlah "Pilih salah satunya" tapi "Menggunakan keduanya". Dengan berfokus pada cara menggunakan pikiran, kita akan bisa mengenal Allah lebih baik, mengasihi Dia lebih baik dan lebih peduli pada dunia.

Buku ini akan membantu Anda berpikir tentang berpikir dan bagaimana hati dan pikiran Anda bisa bersama-sama digunakan untuk memuliakan Allah.

"Dalam buku ini, kasih akan Allah dan keberadaan pikiran direalsiasikan dengan baik sesuai perintah Kitab Suci, dan hasilnya adalah sebuah tantangan yang langsung menohok cara berpikir asal-asalan dan ketidaktaantan yang menjadi karakteristik utama zaman kita"
- Douglas Wilson, Gembala, Chist Church, Moscow, Idaho

Daftar Isi :

Prakata, oleh Mark A. Noll

Pendahuluan

Menjelaskan Tujuan Buku Ini
1. Perjalanan Ziarah Saya
2. Pertolongan Tak Terlihat dari Sahabat yang Telah Wafat

Menjelaskan Makna Berpikir
3. Membaca sebagai Manifestasi berpikir

Datang kepada Iman dengan Berpikir
4. Perzinahan Mental adalah Jalan Buntu
5. Injil Rasional, Iluminasi Spiritual

Klarifikasi Makna Mengasihi Allah
6. Kasih akan Allah : Meninggikan Allah dengan Segenap Akal Budi Kita

Menghadapi Tantangan Relativisme
7. Yesus Bertemu Kaum Relativis
8. Imoralitas Relativisme

Menghadapi Tantangan Anti-Intelektualisme
9. Desakan Kuat Anti- Intelektual dalam Sejarah Kita
10. Semuanya Itu Engkau Sembunyikan bagi Orang Bijak dan Orang Pandai
11. Dalam Hikmat Allah, dunia Tidak Mengenal allah oleh Hikmat-Nya

Menemukan Cara Belajar yang Rendah Hati
12. Pengetahuan yang Penuh Kasih
13. Segala bentuk Studi Adalah Demi Kasih akan Allah dan Manusia

Memotivasi Para Pemikir dan Non-Pemikir
Kesimpulan : Sebuah Imbauan Terakhir

Lampiran 1
"Bumi adalah Milik Tuhan":Supremasi Kristus dalam Studi Kristen (Fondasi Biblikal bagi Betlehem College and Seminary)

Lampiran 2
Sang Mahasiswa, Ikan, dan Profesor Agassiz

-0O0-


John Piper adalah Pendeta Betlehem Baptist Church, Minneapolis, Minnesota. Ia dibesarkan di Greenville, Carolina Selatan, dan belajar di Wheaton College di mana ia pertama kali merasakan panggilan Allah untuk masuk dalam pelayanan. John Piper kemudian melanjutkan studinya di Fuller Theological Seminary (BD) dan University of Munich (D.theol.).  Selama enam tahun ia mengajar di Betel Biblical Studies College di St Paul, Minnesota, dan pada tahun 1980 menerima panggilan untuk melayani sebagai pendeta di Gereja Bartis Betlehem, Minneapolis. John Piper juga  penulis lebih dari 30 buku rohani.

Pengajaran, kotbah, buku-buku, dan pelayanan John Piper bisa dilihat di http://www.desiringgod.org/

@htanzil


Minggu, 03 Juni 2012

BECOMING A CONTAGIOUS CHRISTIAN

[My New Collection] 
 
Judul : BECOMING A CONTAGIOUS CHRISTIAN (Menjadi Orang Kristen yang Menular)
Penulis : Bill Hybels & Mark Mittelberg
Penerjemah :  Slamat P. Sinambela
Penerbit : Literarur Perkantas Jatim
Cetakan : I, Mei 2012
Tebal : 252 hlm

DESKRIPSI ISI BUKU
 Penginjilan tidak harus menjadi suatu kegiatan yang membuat Anda merasa frustrasi atau takut. Bill Hybels dan Mark Mittelberg percaya bahwa mengomunikasikan iman kita dalam Kristus secara efektif seharusnya merupakan hal yang paling alamiah dalam dunia ini. Kita hanya perlu dorongan dan pengarahan.

Dalam buku Becoming a Contagious Christian ini, dijelaskan semua prinsip utama yang dapat membuat gereja dan komunitas Anda menjangkau orang-orang percaya secara efektif. Berdasarkan perkataan Yesus dan pengalaman langsung dari para penulis, Becoming a Contagious Christian adalah pendekatan yang revolusioner dan personal bagi penginjilan berbasis relasi.
  • Temukan gaya penginjilan alami Anda
  • Kembangkan karakter Kristen yang menular
  • Bangun relasi rohani yang strategis
  • Belajar mengarahkan percakapan kepada hal-hal rohani
  • Membagikan kebenaran Alkitab dalam bahasa sehari-hari
Buku penting ini menyajikan panduan dasar untuk memulai suatu penyebaran harapan dan antusiasme rohani secara massal dalam memberitakan Injil.

PUJIAN & TINJAUAN
“Apakah kasih Anda kepada Yesus menular? Itu bisa!
Dalam buku ini, Bill Hybels menjelaskan bagaimana Anda bisa mengalami kesenangan hidup terbesar, dengan membawa teman atau orang yang Anda kasihi kepada Juruselamat.”—Luis Palau, Penginjil Internasional
KEISTIMEWAAN
  • Telah terjual lebih dari 400.000 buku
  • Penjabaran secara detail untuk dapat membawa seseorang kepada Kristus mengenai bagaimana membangun hubungan, menyampaikan pesan dengan jelas, dan memberkan pengaruh yang maksimal
  • Memberikan alternatif gaya penginjilan sesuai dengan karakteristik tiap pribadi dan membangun karakter yang menular
  • Disampaikan dengan bahasa dan contoh sehari-hari sehingga mudah dipahami

DAFTAR ISI
BAGIAN SATU       : MENGAPA MENJADI ORANG KRISTEN YANG MENULAR
Bab 1      : Manusia Berharga Bagi Allah
Bab 2      : Upah Bagi Kekristenan yang Menular
Bab 3      : Sebuah Rumus untuk Memengaruhi Dunia Anda
BAGIAN DUA        : PRASYARAT DARI POTENSI TINGGI
Bab 4      : Daya Tarik Otentisitas
Bab 5      : Daya Tarik Belas Kasih
Bab 6      : Kekuatan dari Pengorbanan
BAGIAN TIGA        : POTENSI DARI KEDEKATAN HUBUNGAN
Bab 7      : Kesempatan Strategis dalam Sebuah Relasi  103
Bab 8      : Memiliki Relasi Dengan Orang-Orang Belum Percaya
Bab 9      : Menemukan Pendekatan yang Cocok dengan Anda
BAGIAN EMPAT    : KEKUATAN DARI KOMUNIKASI YANG JELAS
Bab 10    : Memulai Percakapan Rohani
Bab 11    : Membuat Pesannya Menjadi Jelas
Bab 12    : Menghancurkan Semua Halangan Untuk Bisa Percaya
BAGIAN LIMA       : HASIL: PENGARUH YANG MAKSIMAL
Bab 13    : Mengambil Langkah Iman untuk Percaya
Bab 14    : Orang Kristen yang Menular dan Gereja yang Menular
Bab 15    : Menginvestasikan Hidup Anda dalam Hidup Orang Lain        

    
Bill Hybels adalah pendeta senior dan pendiri Gereja Willow Creek Community. Dia adalah penulis buku-buku best-seller dan telah menulis lebih dari dua puluh buku. 

Mark Mittelberg adalah penulis, pembicara, dan ahli strategi penginjilan. Dia adalah penulis buku Building a Contagious Church.


Sampel isi buku bisa dibaca di sini 

sumber :  http://www.perkantasjatim.org

Dan di bawah ini merupakan resensi buku ini oleh Sdr. Denny Teguh Sutandio yg sy copy pastekan dari milis  BIBLE_Alone@yahoogroups.com


Di dalam bagian 1 bukunya, Rev. Bill Hybels mengajar kita signifikansi kita menjadi orang Kristen yang menular. Lalu, beliau mengajar sebuah rumus untuk menjalankannya yaitu potensi tinggi (memperbaiki diri kita) + kedekatan hubungan (membina persahabatan) + komunikasi yang jelas (memberitakan Injil dengan benar dan tepat) = pengaruh yang maksimal. 

Keempat elemen dalam rumus ini dijelaskan satu per satu dalam 4 bagian selanjutnya di dalam bukunya. Potensi tinggi artinya kita harus memperbaiki diri kita sendiri sebelum kita dapat menjadi orang Kristen menular yaitu dengan menjadi orang Kristen yang menjadi diri sendiri baik dalam kepribadian maupun dalam batin, jujur mengakui kesalahan, sungguh-sungguh, mengasihi orang lain, dan berkorban. Membenahi diri tidaklah cukup harus disertai dengan membina persahabatan dengan orang lain. Setiap kita perlu mengetahui bagaimana berelasi dengan orang lain entah itu orang yang sudah kita kenal, orang yang sudah lama kita kenal, ataupun orang yang belum kita kenal sama sekali. 

Setelah itu, kita perlu mengetahui pendekatan persahabatan yang cocok dengan kita di mana Rev. Bill Hybels mengemukakan ada 6 pendekatan membina relasi dari Alkitab khususnya Perjanjian Baru, yaitu: pendekatan langsung ala Petrus, pendekatan intelektual ala Paulus, pendekatan kesaksian ala orang buta di Yohanes 9, pendekatan antar pribadi ala Matius, pendekatan undangan ala perempuan Samaria di Yohanes 4, dan pendekatan pelayanan ala Tabita di Kisah Para Rasul 9:36. Setelah membina relasi dengan orang lain, kita juga perlu memberitakan Injil dengan jelas kepada orang-orang tersebut. Sebelumnya, Rev. Bill Hybels menjelaskan dasar-dasar Injil untuk menguatkan kita dan orang lain yang kita injili. 

Kemudian, beliau mengajar kita tentang tips-tips mengomunikasikan Injil dengan jelas dan tepat bagi orang lain khususnya para pencari iman yang baru, salah satunya dengan tidak menggurui atau membuat orang lain terus memperhatikan kita yang berbicara. Dan terakhir, di dalam proses mengomunikasikan Injil tersebut, kita juga perlu mengetahui halangan apa saja yang membuat orang lain meragukan Injil, misalnya halangan intelektual atau moral, dll. Kita perlu mengetahui halangan-halangan tersebut dan mengatasinya, tetapi tentu saja dengan pimpinan Roh Kudus. 

Setelah mengikuti 3 elemen dalam rumus tersebut, maka hasilnya adalah pengaruh yang maksimal di mana kita bukan hanya belajar teori-teorinya, tetapi kita menjalankannya sendiri dan berusaha menginvestasikan hidup kita untuk menjadi orang Kristen yang menular. Meskipun ada sedikit prinsip dari Rev. Bill Hybels yang kurang saya setujui, namun saya tetap menghargai buku karya Rev. Bill Hybels ini menyadarkan saya agar menjadi orang Kristen yang menular di tengah-tengah dunia.
 


@htanzil


Senin, 21 Mei 2012

Martin Luther

Judul : Martin Luhter
Penulis : Dorothy Irene Marx
Penerbit : Literatur Perkantas
Cetakan : Februari 2012
Tebal : 241 hlm

Tadinya saya mengira buku ini merupakan biografi Martin Luther, ternyata tidak!, memang di bab pertama buku ini dikisahkan perjalanan hidup Martin Luther hingga akhir hidupnya. Namun setelah penulisnya menuntaskan kisah kehidupan dan perjuangan Martin Luther sebagai reformator Gereja, penulis melanjutkannya dengan beberapa ajaran Martin Luther yang hingga kini masih dipakai sebagai pokok-pokok pengajaran teologi khususnya bagi para Lutheran dan gereja-gereja injili.

Seperti diungkap di atas di bab pertama buku ini kita akan melihat bagaimana kehidupan Martin Luther dari seorang terpelajar biasa menjadi seorang tokoh reformator gereja. Tuhan terkadang memanggil umatnya untuk menjadi hamba-Nya dengan cara yang unik. Melalui sebuah peristiwa alam yang mungkin bagi orang lain tampak biasa-biasa saja, Luther memutuskan tekadnya untuk menjadi seorang rahib.

Tuhan memangil Luther melalui sebuah petir yang menyambar tepat di depan kakinya.  Ketika itu Luther sedang dalam perjalanan untuk melanjutkan studinya. Ketika melewati hutan terjadilah hujan angin disertai petir dan guruh. Tiba-tiba kilat menyambar di depan kakinya. Saking kagetnya ia berteriak "Tolong, Santa Anna! Aku bersedia menjadi seorang rahib"

Semenjak itu kehidupannya berubah drastis dan Martin Luther akhirnya memang menjadi seorang rahib yang haus akan kebenaran Firman Tuhan. Buku ini  kemudian mengisahkan perjuangan Martin Luther yang secara berani mereformasi Gereja di bawah kekuasaan mutlak Paus dan tradisi gereja yang menyimpang kepada kebenaran yang hanya terdapat dalam Alkitab. Puncaknya adalah ketika Luther dengan berani  menancapkan 95 dalil Luther di pintu gereja-gereja di Jerman

Setelah mempelajari perjalanan hidup serta perjuangan Martin Luther, di bab-bab selanjutnya penulis mengupas beberapa aspek dan ajaran Martin Luther. Di bab 2 dikupas bagaima pandangan Martin Luther terhadap musik gerejawi. Martin Luther sangat menyukai musik karena musik merupakan anugerah Allah.  

"Aku menyukai musik karena dikaruniakan bukan dari manusia melainkan dari Allah" (hlm 72).

Bagi Luther, kekuatan musik dianggap mampu menjamah dan menggerakkan manusia sehingga menjadi alat pemberitaan Injil yang ideal.

"Musik yang dipersatukan dengan Firman Allah mampu mempengaruhi banyak orang bahkan mengubah mereka secara luar biasa" (hlm 74)

Di Bab 3, penulis mengetengahkan buah pena Martin Luther yang terkemuka antara lain dengan diterbitkannya tulisan-tulisan Luther yang terpenting sebagai karya reformasi pada tahun 1520. Juga tulisan tentang pekerjaan-pekerjaan baik dimana 10 hukum menjadi dasar bagaimana iman ditanamkan di dalam kehidupan orang percaya.

Dalam tulisan-tulisannya itu dengan tegas Luther menyatakan bahwa kepausan di Roma adalah "antikris" yang sebenarnya. Dalam salah satu kotbahnya di hadapan kaum bangsawan jerman (1520), Luther menolak otoritas Paus sebagai pemimpin dunia, menolak Paus sebagai penjelas Alkitab terbaik, mencela korupsi pemimpin gereja, serta menekankan kembali imamat bagi semua orang percaya dan menciptakan seuatu program untuk reformasi gereja.Selain itu dalam salah satu tulisan, Luther mengurangi 7 sakramen menjadi dua sakramen yaitu perjamuan kudus dan baptisan.

Setelah membahas mengenai tulisan-tulisan Martin Luther, buku ini kemudian beranjak ke pembahasan teologi dan etika Luther, bab 4 yang diberi judul Mengalami Kehendak Allah membahas teologi Luther tentang pembenaran, iman, pengudusan, peperangan melawan iblis, teologi dan spiritualitas.

Di bab 5. Menyingkap Kebenaran, dibahas mengenai Otoritas Alkitab dan beberapa pengakuan Iman (kredo), pengenalan Umum dan khusus tentang Allah, teologi Salib, manusia sebagai orang berdosa, Allah dalam Yesus, Trinitas, hukum dan Injil, dll.

Buku ini diakhiri di bab 6 yang membagas mengenai kekudusan di dunia sekuler dimana dibahas tentang seksualitas dan kasih, pernikahan sebagai kehendak dan pekerjaan Allah, hubungan orang tua dengan anak, dan terakhir tentang negara dimana dibahas sikap orang Kristen terhadap negara, pandangan Luther tentang perang, tatanan sosial, dan pelayanan Kristen terhadap pejabat-pejabat politik.

Jadi pada intinya buku ini menyajikan gambaran yang hidup tentang kehidupan dan ajaran Martin Luther berkenaan dengan teologi dan isu-isu etis yang Luther alami pada masanya. Semua itu ditulis dalam tuturan yang jelas dan sederhana. Hanya saja bagi yang tidak terbiasa membaca uraian teologis mungkin bab-bab akhir akan terasa sedikit rumit. Uniknya dalam buku ini penulis juga memasukkan pendapat pribadinya, jadi jika ada ajaran-ajaran Luther yang menurut penulis tidak sesuai dengan pemahaman dan keyakinannya, maka tanpa ragu-ragu penulis menyanggahnya disertai dengan penjelasannya

Dilihat dari proses kreatifnya, yang patut kita kagumi adalah kegigihan penulis dalam mengerjakan buku ini di usianya yang ke 90 tahun! sungguh suatu semangat berkarya yang luar biasa! Buku ini ditulis berdasarkan beberapa karya tentang Martin Luther antara lain karya Paul Althus, profesor Teologi di universitas Erlangen Jerman  yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Robert C. Schulz, yaitu The Theology of Martin Luther dan The Ethics of Martin Luther dilengkapi juga dengan karya Frances E. Williamson yaitu, Pilgrime to Truth.

Hadirnya buku ini tentu saja semakin memperlengkapi khazanah pustaka buku-buku tentang Martin Luther dalam bahasa Indonesia yang sudah ada. Dengan membaca kisah kehidupan Martin Luther kita akan mengenal bagaimana gigih dan kokohnya Martin Luther mempertahankan keyakinannya. Dengan konsep Sola Scriptura, Sola Gacia, dan Sola Fide ia berani menentang dominasi Paus saat itu, walau ia dianggap sebagai penyebar bidah, dikutuk dan dikucilkan oleh Paus bahkan nyawa menjadi taruhannya.

Ketika Luther melalui segala macam ancaman dan kutukan, kita akan melihat bagaimana Allah bekerja dengan cara-Nya, menginpsirasi kawan-kawan Luther untuk menyelamatkan hamba-Nya sehingga Luther akhirnya selamat dan menjadi reformator gereja.

Sedangkan melalui ajaran-ajaran Luther yang diuraikan dalam buku ini kita akan melihat bahwa ajaran-ajarannya tersebut  masih relevan bagi generasi masa kini.  Kiranya buku ini bisa menjadi seruan dan inspirasi bagi kita semua untuk tetap teguh memperjuangkan dan memelihara iman kita di tengah banyaknya ajaran-ajaran yang bertentangan dengan Firman Tuhan.

Sola Scriptura, Sola Gratia, Sola Fide!

@htanzil

Berikut kutipan2 ajaran Martin Luther yg saya ambil dari buku ini :

 "Hukum janganlah melepaskan kasih, karena kasih merupakan otoritas tertinggi dan mengatasi segala hukum, baik yg lazim maupun yg positif." 

 "Firman Tuhan disampaikan kpd manusia dqlqm dua bentuk yaitu Hukum & Injil. Hukumlah yg mengajar kepad kita untuk mengakui bahwa kita penuh dosa dan berada di bawah amarah serta penghakiman Allah. Dengan cara seperti ini kita dipersiapkan untuk menerima Injil yg mengajar kita untuk merindukan Juru Selamat." 

"Seandainya Allah tak pernah memberi hukum yg tertulis kpd Musa, jiwa manusia dgn sendirinya akan mengetahui bhw ia wajib menyembah Allah & mengasihi sesamanya. Allah menyerahkan hukum yg tertulis kpd umat Israel melalui Musa dgn tujuan mengingatkan manusia akan hukum alamiah yg terkandung dlm hati mereka."