Minggu, 12 Mei 2013

[Review] Kehidupan yang Berdoa by Paul E. Miller

Judul : Kehidupan yang Berdoa - Berhubungan dengan TUHAN di Tengah Dunia yang Sibuk
Judul Asli : A. Praying Life - Connecting With God in a Distracting World
Penulis : Paul E. Miller
Penerjemah : Lily Endang Joeliani
Penerbit  Omid Publishing World
Cetakan : I, Januari 2011



 Bagaimana kehidupan doa Anda? Kita mungkin sering mendengar istilah bahwa doa adalah nafas hidup orang Kristen, namun sejauh mana kehidupan doa kita? . Walau tampaknya mudah kita pada umumnya terus berjuang untuk memiliki kehidupan doa yang lebih baik dan berarti. Seringkali doa kita sekedar formalitas, buru-buru, dangkal, dan asal-asalan. Lewat buku “Kehidupan yang berdoa”, Paul Miller memberikan pada kita semua sebuah cara yang dapat menolong kita yang mungkin jenuh dalam berdoa dan ingin berdoa dengan lebih bergairah lagi.  

Bagi Miller doa bukanlah sekedar sebuah permintaan dimana Tuhan pasti mengabulkanNya secara instran. Doa adalah sebuah hubungan kita dengan Allah, doa adalah sebuah proses pertumbuhan.  Ketika kita berdoa dan menantikan jawaban doa itulah yang membuat kita berkomunikasi dengan Tuhan dan membuat kita semakin bertumbuh. 

Buku ini dibuka dengan sebuah bab tentang rasa fustrasi terhadap doa karena pada kenyataannya saat kita berdoa kita bukannya berdoa melainkan sibuk dengan khayalan dan kekhawatiran kita.  Satu bab berikutnya  menjelaskan arah yang hendak kita tuju dalam berdoa atau apa yang hendak kita capai dalam berdoa.

Setelah dua bab pendahuluan, Miller membagi buku ini dalam 5 bagian, Bagian 1, “Belajar Berdoa sepeti Kanak-Kanak” mengajak kita mencermati prinsip relasi antara kita dengan Tuhan yang bagaikan hubungan antara seorang ayah dengan anak-anaknya.  Pada Bagian 2, “Belajar Percaya Lagi”, kita diajak masuk lebih dalam dan melihat beberapa kebiasaan orang dewasa yang bisa menumpulkan hati kita terhadap doa dan menghalangi kita masuk dalam hadiran Bapa. Bagian 3, “Belajar Meminta Kepada Bapa” akan membantu kita memeriksa, hal-hal apa saja yang menghalangi kita untuk meminta kepada Bapa. Sementara, di bagian 4 “Hidup Dalam Kisah Bapa”, menegaskan pada kita jika  kita memiliki kehidupan yang berdoa, mudah bagi kita untuk menyadari dan memasuki rencana yang sedang Allah persiapkan untuk kita.  Bagian terakhir, “Berdoa Dalam Kehidupan Nayata,” memperkenalkan kepada kita beberapa alat bantu dan cara-cara sederhana untuk berdoa.

Miller menulis buku tentang kehidupan doa ini bukan sekedar berteori melainkan juga dilandasi atas pengalaman hidupnya, tentang dirinya dan keluarganya khususnya dalam pergumulannya mengasuh dan membesarkan salah seorang anaknya yang autis. Miller membuka kehidupan diri dan keluarganya apa adanya termasuk kelemahannya, kekecewaannya, kemarahannya, pertobatannya, dll. Semua itu dikisahkan Miller  dalam buku ini apa adanya, tidak terkesan didramatisir  namun hal inilah yang membuat buku ini menjadi begitu membumi, praktikal, dan menginspirasi pembacanya untuk membangun kehidupan doa yang bergairah.

“Jika Anda berpikir untuk menyerah dan berhenti berdoa. Jangan lakukan itu! Setidaknya, tundalah sampai Anda membaca buku ini. Jika Anda sudah membacanya, Anda akan sangat berterimakasih kepada saya karena telah menyarankannya bagi Anda” 

Steve Brown, dosen reformed Theological Seminary

Tentang Penulis

Paul E. Miller adalah direktur dari seeJesus.net, suatu organisasi yang mengembangkan bahan-bahan penelaahan alkitaa interaktif bagi kelompok-kelompok kecil. Ia adalah penulis buku Love Walked Among Us (Nav Press), Ther Prayer Life Study, da The Person of Jesus Study, suatu bahan pendalaman alkita interaktif tentang keajaiban Yesus dan kasihNya.  Ia juga mengajar dalam Jesus Weekends, seminar-seminar Person of Jesus, dan seminar-seminar Prayer Life. Paul dan istrinya, Jill, memiliki enam anak dan tinggal dekat Philadelphia.



@htanzil

2 komentar:

  1. blog2 ttg bukunya keren2 semua :) informatis sekali ...
    keep blogging ...

    jalan2 juga dong ke blog saya tentang buku gratis

    BalasHapus